Salah satu komponen dari perencanaan program adalah berdasar pada pelaporan. Dengan adanya sistem pelaporan yang kuat maka perencanaan program akan lebih kuat juga. Sistem pelaporan yang kuat dibuktikan dengan tersusun rapinya database.
Namun untukprogram PMTCT (saya pikir keseluruhan program HIV), sistem pelaporan masih amburadul. Tidak heran banyak program yang salah sasaran, karena tidak didasarkan atas planning yang baik.
Untuk PMTCT, di tingkat puskesmas (atau RS) lapornya ke mana sih ? kalau ditemukan kasus HIV pada bumil, apakah lapor ke P2PL atau lapor ke kesga. sementara banyak koordinasi belum terjadi antara P2P dan Kesga. Sehingga mengakibatkan banyak database PMTCT yang terbuang. Padahal temuan kasusnya di lapangan cukup mengkhawatirkan. Hanya saja tidak tercatat.