|
Oleh : Tan Ee Lyn Hongkong (Reuters) – Infeksi HIV meningkat sampai delapan kali lipat dalam beberapa tahun terakhir ini di China. Peningkatan terutama terjadi pada komunitas Gay dan perempuan. Data tersebut diperoleh dari China bagian selatan. Kajian tersebut menemukan bahwa proporsi perempuan usia subur dengan HIV positif telah meningkat dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Para peneliti juga mengingatkan bahwa telah terjadi pergeseran infeksi dari komunitas beriesiko kepada populasi masyarakat umum.
Juga diestimasikan sebanyak 700ribu kasus HIV.AIDS di China samapai dengan Oktober 2007. Angka ini naik delapan persen dibandingkan dengantahun 2006. Sebanyak 38% kasus diantaranya berhubungan dengan transmisi heteroseksual (meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun 2005). Kasus padagay dan biseksual juga meningkat menjadi 3,3 persen, meningkat tiga kali lipat dari 0,4 persen tahun 2005. “HIV/AIDS telah banyak menginfeksi di luar kelompok populasi beresiko, hal ini disebabkan karena naiknya jalur transmisi melalui hubungan seksual. Kenyatan ini menunjukkan bahwa resiko untuk tertular HIV antarapopulasi beresiko dan komunitas masyarakat umum adalah sama besarnya,”demikian dikatakan Prof Zhang Linqi, Direktur AIDS Research Centre di Beijing. Kajian ini dilakukan di daerah yang paling beresiko terinfeksi yaitu di bagian barat daya China, yaitu di Propinsi Yunnan, dimana terdapat sejarah oanjang dalam hal perdagangan opium dan heroin. Semula di propinsi ini banyak terinfeksi dari komunitas IDU. Propinsi ini juga berbatasan langsung dengan Laos, Myanmar dan Vietnam. Kajian dilakukan terhadap sebanyak 3,2 juta sampel darah yang dilakukan tes dari tahun 1989 sampai dengan 2006 di Propinsi Yunnan saja. Sementara itu data menunjukkan bahwa proporsi infeksi pada IDU menurun dari 100% pada tahun 1989 menjadi 40% pada tahun 2006. Perempuan saat ini menempati sebanyak 35 persen kasus infeksi di Yunna, meningkat dari hanya 7,1 persen dari tahun 1996. “Dikarenakan 90% kasus tersebut terjadi pada perempuan usia reproduktif (15-44 tahun), maka kemungkinan terjadinya penularan dari ibu ke anak juga akan meningkat,” demikian lebih lanjut dikatakan. Bagaimana dengan kasus di Indonesia??? |