|
Ditulis Oleh Bagus
|
|
Tuesday, 26 August 2008 |
|
Selamat datang di www.PMTCT.net.
Situs ini merupakan sebuah situs komunitas. Situs ini merupakan sarana untuk memudahkan komunikasi diantara para penggiat HIV/AIDS di Indonesia dalam mengembangkan program PMTCT. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia dengan pertumbuhan kasus HIV yang paling cepat. Sebagian besar kasus HIV yang timbul disebabkan dari penggunaan jarum suntik yang tidak steril dalam pemakaian narkoba dan melalui seks komersial yang tidak aman. Sekitar 40% pengguna narkoba suntik di Jakarta adalah HIV positif. Sementara di Jawa Barat sekitar 13 % nya yang HIV positif. Di Propinsi Papua, epidemi lebih banyak muncul dari jalur seks yang tidak aman. Pada tahun 2006, diperkirakan ada sekitar 2,4 % dewasa berusia 15-24 tahun yang HIV positif. Data yang diperoleh dari jalur transmisi vertikal dari ibu ke bayi masih sangat sedikit. Pada tahun 2006 diperkirakan terdapat sekitar 4360 bayi yang HIV positif, sedangkan angka kumulaif pada tahun 2015 diperkirakan sekitar 38.500 kasus. Departemen Kesehatan telah memulai pelaksanaan program pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi melalui kolaborasi antara rumah sakit rujukan ARV dan pusat layanan kesehatan yang berbasiskan masyarakat. Kemudian dibentuklah PMTCT Taskforce pada tingkat nasional dan propinsi. Fungsi utama dari Taskforce PMTCT adalah sebagai forum yang dinamis bagi para ahli untuk berbagi dan mendiskusikan tentang pelaksanaan PMTCT. Saat ini telah ada sekitar 15 rumah sakit rujukan ARV yang menyediakan layanan PMTCT. Karena terbatasnya layanan PMTCT maka akan menyebabkan terbatas juga dalam hal jumlah temuan kasus PMTCT. Topik tentang profilaksis ARV pada kasus HIV dan juga pilihan pemberian makanan pada bayi perlu mendapat perhatian mengingat perkembangannya yang pesat. Click to join id-PMTCT-Taskforce |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 22 September 2008 )
|
|
|
Wednesday, 06 August 2008 |
|
DI bawah ini adalah skenario pemberian ARV yang diberikan untuk mengurangi kemungkingknan penularan HIV dari ibu ke bayi. Skenario ini di adaptasi dari WHO. Selanutnya skenario ini akan terus menerus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan riset yang ada. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Pasien yang Baru Terdeteksi HIV |
|
|
|
|
Wednesday, 06 August 2008 |
|
Seperti pada kasus lainnya, setiap pasien yang baru ditemukan akan dilakukan anamnesa secara berurutan. Proses ini bisa berlangsung dalam beberapa pertemuan dokter dan pasien. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Wednesday, 06 August 2008 |
|
Di indonesia biasa menggunakan kombinasi lini pertama obat-obatan ART (anti retroviral therapy) yang terdiri dari 5 obat. Terdiri dari 3 obat golongan NRTI dan 2 obat golongan NNRTI. Rejimen yang sering dipakai adalah memakai 2 NRTI dan 1 NNRTI. Kelima obat ART itu adalah : - Zidovudin (AZT) à NRTI
- Lamivudin (3TC) à NRTI
- Stafudin (D4T) à NRTI
- Nevirapin (NVP) à NNRTI
- Efavirens (EFV) à NNRTI
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Tuesday, 05 August 2008 |
|
Konseling merupakan aspek yang penting dalam implementasi program pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi. Konselor akan membantu perempuan, ibu hamil, dan pasangannya untuk memperoleh pengertian yang benar tentang HIV/AIDS, bagaimana mencegah penularan, penanganan dan memberikan dukungan moril bagi Odha dan lingkungannya. Seorang konselor berupaya melakukan komunikasi yang baik untuk menanggulangi masalah yang dihadapi perempuan, ibu hamil, dan pasangannya. Melalui konseling, klien akan dibimbing untuk membuat keputusan sendiri untuk mengubah perilaku yang baru dan mempertahankannya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 21 |